Sabtu, 16 Maret 2013

Cara saya menentukan harga.

Assalamulaikum  :) it's gonna be long post..
semoga ga bosen baca nya....
Belakangan ini dunia bisnis kita mulai ramai kedatangan label/brand baru(termasuk saya) ada yang datang dengan sudah sangat siap menghadapi pasar ada juga yang masih meraba-raba tapi ada juga yang hanya punya label/brand dengan alasan gengsi semata :) seiring dengan bermunculan nya label/brand baru ini banyak juga hal-hal yang menjadi bahan perbadingan,salah satu nya tentang HARGA dan saya mencoba untuk menuangkan apa yang sering kali ada di fikiran saya.

Saya sering kali risih saat mendengar ada yang ngomong "Padahal kan cuma kya gitu doank tapi harga nya kok mahal banget" atau "Bahan nya biasa bgt tapi harga nya mahal" dan "ini kan bahan nya cuma 20.000 tapi kok harga jual nya sampe di atas 50.000 sih,ngambil untung nya banyak banget sampe 100% lebih" daaaaaannnn berbagai ungkapan-ungkapan lain nya yang menurut saya kurang ber "prikewirausaan",sebagai pebisnis ada banyak hal yang harus di perhitungkan dalam menetukan harga (Scarft/Muslim Outfit sesuai bidang yang saya geluti) di antara nya : 
1. Biaya produksi (tentu)
2. Tingkat kerumitan design. Meskipun biaya produksinya rendah..tapi kalau tingkat kesulitannya tinggi, apa ya saya akan rela menjualnya murah?!
3. Target market. Siapa target pembeli kita? Ibu rumah tangga? Pegawai kantoran? Ibu-ibu pejabat? Anak-anak SD? Mahasiswa? mereka semua punya karakter dan ketebalan kantong berlainan. Otomatis settingan harga juga harus lain. 
4. Daya beli masyarakat di kota kita. Di mana kita hendak menjual barang-barang kita, daya beli masyarakat sekitarnya juga harus kita perhatikan. Sangat konyol kalau kita menjual Scarft/Pashmina di lingkungan kita yang sebagian besar anak kuliahan, dengan harga Rp.150.000/pc, hanya karena kita ikut-ikutan harga di internet/minta rekomendasi harga di grup.
5. Kualitas product. Masing-masing designer/label menghasilkan kualitas product yang berbeda-beda. Ada yang sangat parah, jadi harganya pun murah. Tapi, jika kualitas product kita sangat bagus...meskipun barangnya sama, tentu nilai jual product kita akan lebih tinggi.
6. Harga bahan baku yang kita dapatkan.

Beberapa kali saya mendengar  pertanyaan seperti ini  "Klo gue jual barang ini dengan harga segini,kemahalan ga yaa?" atau sering kali saya melihat beberapa orang menjual product yang hampir sama dengan saya tapi dengan harga yang jauuuh lebih murah dan ngebuat saya selalu berfikir "kok bisa yaa?itu dia ngitung nya gimana yaa?"(heran)..
Sebagai pemula tentu saja ada beberapa pertanyaan yang sering mampir di fikiran saya saat menetukan harga jual product,di antara nya :
1. Kita belum PD menentukan harga, karena kita berpikir…”apa iya product saya akan laku?” atau “aduuh, harga segini kemahalan nggak ya?” Inti dari pemikiran-pemikiran ini adalah takut product kita TIDAK LAKU.
2.Kita ingin cepat menarik banyak pelanggan, sehingga membanting harga product kita.

Menurut saya…pemikiran-pemikiran di atas adalah wajar/manusiawi. Tapi sangat tidak membangun. Karena, itu berarti kita meragukan kualitas product kita dan kita menghargai karya kita sendiri dengan murah (padahal kita memproduksi nya secara susah payah dan menghabiskan banyaknwaktu) Eittss….jangan tersinggung teman-teman! Ini adalah pengalaman pribadi saya. Saya juga pernah merasakan hal tersebut.
Tentu tidak salah jika kita membuat senang pelanggan dengan servis harga murah. Tapi jangan lupa untuk memberi harga pada jerih payah dan kreatifitas kita sendiri. Ada efek yang perlu kita pertimbangkan, jika kita membuat harga terlalu murah (dalam arti : tidak sesuai dengan apa yang telah kita keluarkan) atau hanya berdasarkan harga “lapak tetangga”.
1.Kita menentukan harga yang terlalu murah, kemudian orderan mengalir deras. Awalnya kita akan senang. Tapi setelah merasakan, betapa capek dan ribetnya menyelesaikan orderan-orderan tersebut…baru kita tahu, ternyata harga yang kita buat tidak sebanding dengan jerih payah kita, padahal kita tidak bisa langsung menaikkan harga. Akhirnya….bosan, malas dan kualitas menurun alias ngerjainnya asal-asalan, karena kemudian kita akan berpikir “ ah, sudahlah..gini aja. Harganya murah juga”….
2. Bila kita sudah mulai malas dan bosan, kualitas produk pun menurun, otomatis kualitas diri kita juga menurun. Kita tidak mampu memikirkan konsep dan design baru yang orisinil, dan ujung-ujung…kita hanya akan menjadi follower. Jika “upah”nya sebanding dengan kerja keras kita, tentu kita akan bersemangat untuk terus mengeksplor kreatifitas kita, sehingga produk-produk kita menjadi semakin variatif dan berkualitas jempol.

Jadi, kalau ada yang bertanya, "Mb...saya mau jual scarft. Kira-kira saya beri harga berapa ya"... Sudah pasti saya tidak menjawabnya :) Walaupun dipaksa, "kira-kiranya saja.." Tidak bisa! Harus di hitung sendiri ^^ 

Saya coba akan share cara saya menentukan harga (khususnya scarft/pashmina)

Tentukan dan hitung berapa rupiah biaya bahan baku untuk mmemproduksi scarft/pashmina.
1.Pertama bahan/kain yang kita perlukan untuk memproduksi Scarft dengan bahan Chiffon.
2.Kemasan Scarft (kita kemas dengan dengan plastik OPP misalnya. Jika kita beli 1 pak Rp.5.000 (isi 100 lb), berarti kemasan kita hargai Rp.50 atau Rp.100 (terserah teman-teman,mau dihargai Rp.1000 pun boleh, tidak harus pas dengan hasil pembagian)
2.Label. Kadang-kadang ada yang berinisiatif membuat label yang unik dan tampak profesional, sehingga packaging-nya mampu menarik minat pembeli.
3.Transport (bila perlu)
4.Biaya Jahit.
5.Jasa Packaging dan Quality Check untuk memaastikan product yg di terima custumer sesuai harapan.
6.Laba. Hal terpenting dalam bisnis. Teman-teman bebas menentukan berapa % laba yang ingin diraih. Minimal 10%...karena jika di bawah 10%, bisnis kita akan sulit berkembang/terlalu lambat. Kecuali jika volume penjualan kita tinggi, maka keuntungan 5% pun sudah lumayan banyak.
7.Biaya sewa model dan fotografer untuk katalog.
Poin 1 – 6 adalah biaya produksi per 1pcs Scarft dengan bahan chiffon dan ini belum selesai. Masih ada biaya promosi tentukan berapa % biaya promosi untuk setiap 1pcs scarft. Apa fungsi biaya promosi ini? Dari namanya, kita akan langsung tahu..bahwa biaya ini untuk promosi.
Misalnya,untuk kebutuhan promosi kita menggunakan sistem endorse yaitu memberikan product secara cuma ke public figure(bisa artis atau fashion blogger) untuk di review dan kemudian jika public figure tersebut mempromosi kan maka product kita akan di kenal masyarakat luas.meskipun nantinya dari 1 sampel gratis tersebut akan membuka pintu orderan yang jumlahnya 100an pc dengan keuntungan berlipat ganda. Tapi jika tidak/ lama tdk ada yang ngorder juga?! Tentunya apa yang kita keluarkan/berikan harus sudah ada biayanya…supaya tidak tekor alias mengambil dari kocek pribadi. Jadi biaya promosi kita bebankan pada masing-masing Scarft
Kita membuat promo, membeli 1 lusin bonus 1, atau belanja minimal Rp.500.000 bonus 1pcs scarft. Bonus-bonus ini kita  ambil dari biaya promosi.
 Kita sudah menetapkan harga grosir. Tapi pasti ada pelanggan yang menawar…minta diskon. Nah..dari biaya promosi inilah kita bisa memberikan potongan harga untuk pelanggan. Jadi kita tidak memotong biaya produksi.
Agar sedikit lebih jelas saya coba buatkan simulasi untuk 1pcs scarft dengan ukuran standart 200x75cm (dua meter di belah 2 jadi saya hitung 1meter untuk 1pcs).
- 1m bahan chiffon  :  Rp.20.000
- kemasaan : Rp.1000
-label : Rp.1000
-jahit : Rp.5000/pcs
-jasa packaging : Rp.2000
-jasa foto katalog 5.000
JUMLAH Biaya Produksi : Rp.34.000
Kita ambil laba 30%(dari biaya produksi) Rp.10.200
Total (HARGA PAS) : Rp.44.200

Saya sarankan,  Rp.44.200 itu jangan kita jadikan harga grosir. Kenapa? Orang yang berniat reseller pasti menginginkan harga yang lebih murah kan? Kalau barang kita lempar ke pasaran dengan harga ecer dan grosir sama, bagaimana reseller kita mau bersaing dengan harga kita?! Itu namanya kita malah merusak harga sendiri ^^.  Harga ecer kita tentukan lain. Kecuali kita memang tidak berencana untuk memberikan harga potongan atau reseller.

Kalau mau lebih leluasa lagi dalam memberikan tingkatan diskon/menjual grosiran/reseller, bisa kita tambahkan BIAYA PROMOSI. Total (harga pas), kita tambahkan 35% lagi misalnya. Jadi, Rp.44.200 +35% = Rp.59.670  (Rp.60.00) Ini bisa kita jadikan HARGA ECERAN.

Dengan penambahan biaya promosi 35% ini, kita bisa memberikan tingkatan diskon antara 1%-35%. Jangan memberi potongan lebih dari 35%, karena bisa memotong % laba kita. Jadi, misal kita membuat ketentuan, pembelian grosir minimal 1 lusin, harganya Rp.57.500/pc. Nah, kalau pelanggan membeli 2 lusin, masih bisa kita beri diskon lagi,15% misalnya, jadi per pc harganya Rp.51.000.Ada lagi, yang berniat membeli 10 lusin, dan minta diskon khusus. Kita masih bisa memberikan diskon dengan senyum...25%. Jadi, pelanggan tersebut mendapatkan harga Rp.45.000per pc. Pelanggan senang dengan range diskon yang kita berikan, harga kita pun "selamat" dari pemotongan/diskon yang itungannya ngawur/asal ^^ (harga silakan dibulatkan, supaya lebih mudah)
Jadi kita tidak hanya “asal pantas /mengira-ira” ketika memberikan potongan harga, sudah ada perhitungan dan datanya.
Tabel di atas adalah simulasi sangat sederhana dalam menentukan harga. silakan teman-teman kembangkan sesuai kebutuhan
Ini adalah cara saya dalam menentukan harga. Saya sekedar share. Jadi, misal ada cara lain yang digunakan teman-teman…itu sah-sah saja.
Kesimpulannya, saya tidak sedang mendorong teman-teman untuk membuat harga tinggi. Tapi buatlah harga sesuai dengan apa yang kita keluarkan. Jika harga sudah sesuai dengan apa yang kita keluarkan, tidak ada lagi istilah kemahalan. Boleh kita intip-intip harga “lapak tetangga”, jadikan sebagai referensi,  jangan dijadikan sebagai patokan. Karena, ingat..yang kita jual adalah barang seni, bukan sembako. Hal yang wajar jika produknya sama tapi harganya beda. Semoga bermanfaat ^^.

Walaikumsalam :) 

MuchLove
@putrivany


5 komentar:

  1. postingan kayak gini buat orang2 yg g' bsa menghargai keringatnya sendiri...

    BalasHapus
  2. lengkap sekali mba postingannya, cool

    BalasHapus
    Balasan
    1. alhamdulillah :)
      maksihh mba..
      semoga membantu,heheheh

      Hapus
  3. Waah! Iseng blogwalking, euyyy mantapp!!! Semoga kita bisa saling survive dengan bisnis yg kita geluti ya :) aamiin

    BalasHapus
  4. woah, i think i'm gonna use this method. kekeke syukran :D

    BalasHapus