Follow your passion not your obssesion :)
Assalamualaikum,yap kali ini saya mengawali tulisan dengan salam dengan harapan kalian yang membaca nya akan menjawab nya dan itu tandanya kita saling mendo'akan :)
Belakangan ini saya lagi terpesona dengan berkembang pesat nya orang-orang di sekitar saya,yang tadi nya saya tau banget orang itu penganut aliran 'Shopping sampai mati' garis keras mendadak berubah jadi 'pedagang atau keren nya pebisnis' dan bahkan menjual sesuatu yang menurut saya sangat jauh dari kepribadian nya sehari-hari.
Bukan dalam atau sedang nyindir orang lain..
Hmmmm....maksud saya gini,bukan kan seharus nya bisnis itu mengikuti passion kita ya ? bukan ngikuti obsesi atau lebih parah nya ngikutin trend yang ada.
Misalnya ni yaa..
Karena saya sedang menggeluti atau lebih tepat nya sedang berusaha memasuki dunia bisnis Hijab Fashion yang belakangan ini emang lagi ngetrend banget dan saya bangga menjadi bagian dari perkembangan fashion muslim di Indonesia,walaupun kontribusi saya mungkin "belum" memberikan efek yang signifikan terhadap industri ini,kenapa saya katakan belum ? karena saya yakin suatu saat saya akan memberikan efek besar,aamiin.
Di dunia hijab fashion,saya menyebutnya dunia karena saya merasa ini dunia bagi saya dan orang-orang yang berada di dalam nya mendadak di datangi banyak sekali 'orang baru' dan di antara orang baru itu ada banyak yang memang memiliki passion di dunia fashion terutama fashion designer tapi ada banyak juga yang hanya mengikuti trend dan ini menurut saya bahaya.
Semenjak muncul nya designer-designer muslim muda yang sangat berbakat seperti Dian Pelangi,Ria Miranda dan Jenahara dunia fashion designer menjadi sangat populer,semua orang berlomba-lomba pengen jadi designer,semua orang seakan-akan mau 'menyulap' diri nya jadi Dian Pelangi,semua orang tiba-tiba pengen sekeren Jenahara,semua orang mendadak pastel selembut Ria Miranda.Tidak ada yang salah dengan itu semua,saya rasa wajar dan sangat wajar ketika orang ingin sukses seperti mereka bertiga yang salah adalah cara nya.Bahkan mereka bertiga pun bisa sukses dengan cara yang berbeda sesimpel cara pemilihan warna,Dian Pelangi dengan warna-warni pelangi nya yang mempesona,Jenahara dengan warna bold yang begitu tegas dan Ria Miranda dengan ke-pastel-an nya yg memukau.See...mereka bertiga semua nya sukses memiliki 'pasarnya' sendiri.
Menjadi keren,sukses,hebat bukan dengan mengikuti,mengekor,menjiplak cara orang lain tapi dengan cara mencari passion kita sediri,seperti apa passion itu?menurut saya passion itu di saat kita melakukan suatu hal tanpa perasaan tertekan,tanpa perlu menjadi orang lain,tanpa merasa memakai 'topeng' dan tanpa merasa sedang berpura-pura,jujur lah..di mulai dari jujur terhadap diri sendiri.
Lalu bagaimana dengan saya ?
Saya memang sedang menggeluti dunia hijab fashion tapi saya tidak sedang memaksakan diri menjadi designer."Lho bukan nya itu sama aja kamu ga ngikutin passion kamu?"
Bukan.Karena sebenarnya passion saya adalah art of marketing,yap..seni pemasaran.Saya sangat mengagumi seni setiap perusahaan atau brand dalam memasarkan product nya,saya selalu terpesona ketika suatu brand begitu menjadi candu di masyarakat,saya selalu penasaran bagaimana product tersebut selalu menjadi pilihan walaupun sudah banyak product pengganti/pelengkap yang sama atau bahkan lebih baik,dan masih banyak ungkapan-ungkapan lain atas kekaguman saya terhadap dunia pemasaran ini.
Bagaimana saya bisa survive di dunia fashion yang ternyata bukan passion saya ?
Cara nya gampang salah satu nya kerjasama sama yang punya passion di dunia fashion.Contohnya saya memilih kerjasama dengan penjahit saya yang kebetulan juga bisa mendesign tapi gak jarang juga kami terlibat perdebatan kecil dalam menentukan warna,corak dan ukuran tapi itu semua saya anggap seni :)
Apakah ada cara lain ? Ada,ketika saya faham akan keterbatasan saya dalam mendesign saya memilih untuk bermain di corak atau lebih sering disebut motif karena saya yakin pemilihan motif yang tidak biasa akan menjadikan sesuatu yang biasa menjadi luar biasa.Pada akhir nya saya tetap menggunakan yg menjadi ketertarikan saya sejak awal yaitu seni pemasaran,saya berusaha dan belajar bagaimana seni memasarkan yang tidak membosankan,tidak terkesan memaksa,tidak menjatuhkan pihak lain dan tentu nya tidak menjadi orang lain.
Ini bukan cara,tips atau anjuran tapi hanya sekedar sharing bagaimana cara saya mengagumi dunia Hijab Fashion,bagaimana saya begitu mencintai seni pemasaran dan bagaimana saya menghargai orang-orang yang melakukan sesuatu karena passion bukan hanya obsesi :)
Wassalamualaikum ^^
The Dreamer @putrivany
Brain Power Addict
Sabtu, 29 Juni 2013
Sabtu, 16 Maret 2013
Cara saya menentukan harga.
Assalamulaikum :) it's gonna be long post..
semoga ga bosen baca nya....
Belakangan ini dunia bisnis kita mulai ramai kedatangan label/brand baru(termasuk saya) ada yang datang dengan sudah sangat siap menghadapi pasar ada juga yang masih meraba-raba tapi ada juga yang hanya punya label/brand dengan alasan gengsi semata :) seiring dengan bermunculan nya label/brand baru ini banyak juga hal-hal yang menjadi bahan perbadingan,salah satu nya tentang HARGA dan saya mencoba untuk menuangkan apa yang sering kali ada di fikiran saya.
Saya sering kali risih saat mendengar ada yang ngomong "Padahal kan cuma kya gitu doank tapi harga nya kok mahal banget" atau "Bahan nya biasa bgt tapi harga nya mahal" dan "ini kan bahan nya cuma 20.000 tapi kok harga jual nya sampe di atas 50.000 sih,ngambil untung nya banyak banget sampe 100% lebih" daaaaaannnn berbagai ungkapan-ungkapan lain nya yang menurut saya kurang ber "prikewirausaan",sebagai pebisnis ada banyak hal yang harus di perhitungkan dalam menetukan harga (Scarft/Muslim Outfit sesuai bidang yang saya geluti) di antara nya :
1. Biaya produksi (tentu)
2. Tingkat kerumitan design. Meskipun biaya produksinya rendah..tapi kalau tingkat kesulitannya tinggi, apa ya saya akan rela menjualnya murah?!
3. Target market. Siapa target pembeli kita? Ibu rumah tangga? Pegawai kantoran? Ibu-ibu pejabat? Anak-anak SD? Mahasiswa? mereka semua punya karakter dan ketebalan kantong berlainan. Otomatis settingan harga juga harus lain.
4. Daya beli masyarakat di kota kita. Di mana kita hendak menjual barang-barang kita, daya beli masyarakat sekitarnya juga harus kita perhatikan. Sangat konyol kalau kita menjual Scarft/Pashmina di lingkungan kita yang sebagian besar anak kuliahan, dengan harga Rp.150.000/pc, hanya karena kita ikut-ikutan harga di internet/minta rekomendasi harga di grup.
5. Kualitas product. Masing-masing designer/label menghasilkan kualitas product yang berbeda-beda. Ada yang sangat parah, jadi harganya pun murah. Tapi, jika kualitas product kita sangat bagus...meskipun barangnya sama, tentu nilai jual product kita akan lebih tinggi.
6. Harga bahan baku yang kita dapatkan.
Beberapa kali saya mendengar pertanyaan seperti ini "Klo gue jual barang ini dengan harga segini,kemahalan ga yaa?" atau sering kali saya melihat beberapa orang menjual product yang hampir sama dengan saya tapi dengan harga yang jauuuh lebih murah dan ngebuat saya selalu berfikir "kok bisa yaa?itu dia ngitung nya gimana yaa?"(heran)..
Sebagai pemula tentu saja ada beberapa pertanyaan yang sering mampir di fikiran saya saat menetukan harga jual product,di antara nya :
1. Kita belum PD menentukan harga, karena kita berpikir…”apa iya product saya akan laku?” atau “aduuh, harga segini kemahalan nggak ya?” Inti dari pemikiran-pemikiran ini adalah takut product kita TIDAK LAKU.
2.Kita ingin cepat menarik banyak pelanggan, sehingga membanting harga product kita.
Menurut saya…pemikiran-pemikiran di atas adalah wajar/manusiawi. Tapi sangat tidak membangun. Karena, itu berarti kita meragukan kualitas product kita dan kita menghargai karya kita sendiri dengan murah (padahal kita memproduksi nya secara susah payah dan menghabiskan banyaknwaktu) Eittss….jangan tersinggung teman-teman! Ini adalah pengalaman pribadi saya. Saya juga pernah merasakan hal tersebut.
Tentu tidak salah jika kita membuat senang pelanggan dengan servis harga murah. Tapi jangan lupa untuk memberi harga pada jerih payah dan kreatifitas kita sendiri. Ada efek yang perlu kita pertimbangkan, jika kita membuat harga terlalu murah (dalam arti : tidak sesuai dengan apa yang telah kita keluarkan) atau hanya berdasarkan harga “lapak tetangga”.
1.Kita menentukan harga yang terlalu murah, kemudian orderan mengalir deras. Awalnya kita akan senang. Tapi setelah merasakan, betapa capek dan ribetnya menyelesaikan orderan-orderan tersebut…baru kita tahu, ternyata harga yang kita buat tidak sebanding dengan jerih payah kita, padahal kita tidak bisa langsung menaikkan harga. Akhirnya….bosan, malas dan kualitas menurun alias ngerjainnya asal-asalan, karena kemudian kita akan berpikir “ ah, sudahlah..gini aja. Harganya murah juga”….
2. Bila kita sudah mulai malas dan bosan, kualitas produk pun menurun, otomatis kualitas diri kita juga menurun. Kita tidak mampu memikirkan konsep dan design baru yang orisinil, dan ujung-ujung…kita hanya akan menjadi follower. Jika “upah”nya sebanding dengan kerja keras kita, tentu kita akan bersemangat untuk terus mengeksplor kreatifitas kita, sehingga produk-produk kita menjadi semakin variatif dan berkualitas jempol.
Jadi, kalau ada yang bertanya, "Mb...saya mau jual scarft. Kira-kira saya beri harga berapa ya"... Sudah pasti saya tidak menjawabnya :) Walaupun dipaksa, "kira-kiranya saja.." Tidak bisa! Harus di hitung sendiri ^^
Saya coba akan share cara saya menentukan harga (khususnya scarft/pashmina)
Tentukan dan hitung berapa rupiah biaya bahan baku untuk mmemproduksi scarft/pashmina.
1.Pertama bahan/kain yang kita perlukan untuk memproduksi Scarft dengan bahan Chiffon.
2.Kemasan Scarft (kita kemas dengan dengan plastik OPP misalnya. Jika kita beli 1 pak Rp.5.000 (isi 100 lb), berarti kemasan kita hargai Rp.50 atau Rp.100 (terserah teman-teman,mau dihargai Rp.1000 pun boleh, tidak harus pas dengan hasil pembagian)
2.Label. Kadang-kadang ada yang berinisiatif membuat label yang unik dan tampak profesional, sehingga packaging-nya mampu menarik minat pembeli.
3.Transport (bila perlu)
4.Biaya Jahit.
5.Jasa Packaging dan Quality Check untuk memaastikan product yg di terima custumer sesuai harapan.
6.Laba. Hal terpenting dalam bisnis. Teman-teman bebas menentukan berapa % laba yang ingin diraih. Minimal 10%...karena jika di bawah 10%, bisnis kita akan sulit berkembang/terlalu lambat. Kecuali jika volume penjualan kita tinggi, maka keuntungan 5% pun sudah lumayan banyak.
7.Biaya sewa model dan fotografer untuk katalog.
Poin 1 – 6 adalah biaya produksi per 1pcs Scarft dengan bahan chiffon dan ini belum selesai. Masih ada biaya promosi tentukan berapa % biaya promosi untuk setiap 1pcs scarft. Apa fungsi biaya promosi ini? Dari namanya, kita akan langsung tahu..bahwa biaya ini untuk promosi.
Misalnya,untuk kebutuhan promosi kita menggunakan sistem endorse yaitu memberikan product secara cuma ke public figure(bisa artis atau fashion blogger) untuk di review dan kemudian jika public figure tersebut mempromosi kan maka product kita akan di kenal masyarakat luas.meskipun nantinya dari 1 sampel gratis tersebut akan membuka pintu orderan yang jumlahnya 100an pc dengan keuntungan berlipat ganda. Tapi jika tidak/ lama tdk ada yang ngorder juga?! Tentunya apa yang kita keluarkan/berikan harus sudah ada biayanya…supaya tidak tekor alias mengambil dari kocek pribadi. Jadi biaya promosi kita bebankan pada masing-masing Scarft
Kita membuat promo, membeli 1 lusin bonus 1, atau belanja minimal Rp.500.000 bonus 1pcs scarft. Bonus-bonus ini kita ambil dari biaya promosi.
Kita sudah menetapkan harga grosir. Tapi pasti ada pelanggan yang menawar…minta diskon. Nah..dari biaya promosi inilah kita bisa memberikan potongan harga untuk pelanggan. Jadi kita tidak memotong biaya produksi.
Agar sedikit lebih jelas saya coba buatkan simulasi untuk 1pcs scarft dengan ukuran standart 200x75cm (dua meter di belah 2 jadi saya hitung 1meter untuk 1pcs).
- 1m bahan chiffon : Rp.20.000
- kemasaan : Rp.1000
-label : Rp.1000
-jahit : Rp.5000/pcs
-jasa packaging : Rp.2000
-jasa foto katalog 5.000
JUMLAH Biaya Produksi : Rp.34.000
Kita ambil laba 30%(dari biaya produksi) Rp.10.200
Total (HARGA PAS) : Rp.44.200
Saya sarankan, Rp.44.200 itu jangan kita jadikan harga grosir. Kenapa? Orang yang berniat reseller pasti menginginkan harga yang lebih murah kan? Kalau barang kita lempar ke pasaran dengan harga ecer dan grosir sama, bagaimana reseller kita mau bersaing dengan harga kita?! Itu namanya kita malah merusak harga sendiri ^^. Harga ecer kita tentukan lain. Kecuali kita memang tidak berencana untuk memberikan harga potongan atau reseller.
Kalau mau lebih leluasa lagi dalam memberikan tingkatan diskon/menjual grosiran/reseller, bisa kita tambahkan BIAYA PROMOSI. Total (harga pas), kita tambahkan 35% lagi misalnya. Jadi, Rp.44.200 +35% = Rp.59.670 (Rp.60.00) Ini bisa kita jadikan HARGA ECERAN.
Dengan penambahan biaya promosi 35% ini, kita bisa memberikan tingkatan diskon antara 1%-35%. Jangan memberi potongan lebih dari 35%, karena bisa memotong % laba kita. Jadi, misal kita membuat ketentuan, pembelian grosir minimal 1 lusin, harganya Rp.57.500/pc. Nah, kalau pelanggan membeli 2 lusin, masih bisa kita beri diskon lagi,15% misalnya, jadi per pc harganya Rp.51.000.Ada lagi, yang berniat membeli 10 lusin, dan minta diskon khusus. Kita masih bisa memberikan diskon dengan senyum...25%. Jadi, pelanggan tersebut mendapatkan harga Rp.45.000per pc. Pelanggan senang dengan range diskon yang kita berikan, harga kita pun "selamat" dari pemotongan/diskon yang itungannya ngawur/asal ^^ (harga silakan dibulatkan, supaya lebih mudah)
Jadi kita tidak hanya “asal pantas /mengira-ira” ketika memberikan potongan harga, sudah ada perhitungan dan datanya.
Tabel di atas adalah simulasi sangat sederhana dalam menentukan harga. silakan teman-teman kembangkan sesuai kebutuhan
Ini adalah cara saya dalam menentukan harga. Saya sekedar share. Jadi, misal ada cara lain yang digunakan teman-teman…itu sah-sah saja.
Kesimpulannya, saya tidak sedang mendorong teman-teman untuk membuat harga tinggi. Tapi buatlah harga sesuai dengan apa yang kita keluarkan. Jika harga sudah sesuai dengan apa yang kita keluarkan, tidak ada lagi istilah kemahalan. Boleh kita intip-intip harga “lapak tetangga”, jadikan sebagai referensi, jangan dijadikan sebagai patokan. Karena, ingat..yang kita jual adalah barang seni, bukan sembako. Hal yang wajar jika produknya sama tapi harganya beda. Semoga bermanfaat ^^.
Walaikumsalam :)
MuchLove
@putrivany
Kamis, 22 November 2012
Being SUCCESS !
Jadi
sukses sudah pasti harapan setiap orang tapi menjadi sukses hanya
menjadi milik mereka yang mau berusaha,berusaha mensejahterakan diri
sendiri dan orang lain..jalan menuju sukses seseorang juga beda-beda oleh karena itu sangat tidak di anjurkan menjadi pengikut :)untuk
menuju sukses saya pilih jalan entrepreneur,bukan hanya entrepreneur
tapi juga socialpreneur ^^ dan alhamdulillah jalan yang saya pilih makin
terbuka lebar ketika saya bertemu temen-temen di Indonesian Young
Socialpreneur (IYS Club).apa itu IYS Club ? IYS club adalah
wadah bagi anak muda yang memiliki passion di bidang entrepreneur dan
socialpreneur.tidak ada batasan pria atau wanita untuk bergabung dengan
IYS Club selama memiliki tujuan yang sama "ayooo kita jalan"alhamdulillah
sekarang IYS Club sudah memiliki anggota yang tersebar di hampir
seluruh indonesia,salah satu nya Yogyakarta...dan...... alhamdulillaah (lagi) saya di berikan kesempatan untuk menjadi ketua untuk wilayah Yogyakarta,ehmmm :)selain
bergerak di bidang socialpreneur IYS Club juga memberikan kesempatan
untuk mempelajari ilmu syari'ah entrepreur,saya sendiri sangat sangat
tertarik dengan syari'ah entrepreneur kenapa saya tertarik dgn
entrepreneur berbasis syari'ah karena saya sendiri sudah merasakan
perbedaan menjalankan bisnis tanpa atau dengan syari'ah :)klo boleh saya mau cerita dikit,semoga ga bosen baca nya..dulu
saya pernah menjalankan bisnis tas-tas handmade yang saya desain
sendiri kemudian saya pasarkan lewat facebook laba yang saya dapatkan
sangat lebih untuk sekedar di bilang cukup karena saat itu saya mampu
membeli apapun HP yang saya inginkam tanpa minta bantuan orang tua..tapi
seiring berjalannya bisnis saya merasa ada yang salah dari sistem yang
saya jalankan karena walaupun laba nya sangat lumayan tapi saya tidak
pernah melihat bukti nyata berbentuk sejumlah uang di rekening saya
padahal saya ngerasa gak ada pengeluaran yang sangat besar,kemudian saya
cerita sama orang tua pertama ke mama dulu dan mama nyaranin untuk coba
di cacat secara lengkap,detail setia pengeluaran dan pemasukan,saya
lakukan itu tapi tetap masih ada yg janggal di hati saya,kemudian cerita
lagi ke bapak saya...kata bapak bilang coba pisahkan antara uang bisnis
dan uang pribadi,saya coba dan berhasil tapi tetep ada yang kurang dr
bisnis saya..akhir nya lebaran tahun 2010 saya pulang ke
kalimantan-barat saya ceritakan semua perasaan yang saya rasa mengganjal
fikiran saya ke mama & bapak saya lalu kedua nya bilang "udah
pernah shadaqoh?" jreeeeenggggg !! saya langsung ngerasa tertampar di
hati pas di tanya gitu karena jujur selama bisnis tas handmade itu saya
sama sekali tidak ada "berbagi" (maluu :( ) setelah itu saya putuskan
buat ambil 75% uang yang ada di tabungan saya dan saya titipkan bapak
buat di berikan ke yang membutuhkan dan saya sisihkan paling banyak
untuk tante saya yg hampir seumuran saya tapi dia udah yatim-piatu dari
kelas 1 smp,karena saya ingat mensejahterakan anak yatim-piatu besar
pahala nya dan saya berharap itu bisa buat nebus kesalahan atas lupa nya
saya bershadaqoh dan alhamdulillah sekarang tante saya itu sudah
berkuliah di PGSD (pendidikan guru sekolah dasar).setelah itu sekembali
nya saya ke jogja sisa 25% yang dari tabungan saya yang sebelum nya saya
belikan bahan-bahan scarft karena saya putuskan saya mau mulai bisnis
yang baru dengan semangat dan tujuan baru juga..dan alhamdulillaahh
scarft2 saya yang saya beri nama T'vny Stuff bisa di terima oleh
hijabers-hijabers seluruh indonesia karena saya memasarkan via online
dan menjadikan public figure sebagai sarana promosi dan saya juga
menerapkan beberapa prinsip syri'ah di bisnis scarft saya dan itu
sangat,sangat,sangat memberikan ketenangan walaupun laba yang saya
dapatkan tidak sebesar bisnis tas handmade saya tapi saya sendiri bangga
karena saya bisa melihat bukti nyata pemasukan saya setiap bulan
nya,setelah 2tahun menjalankan saya merasa ada yang hebat dari bisnis
berbasis syari'ah inindan saya ingin memepelajari dengan mendalam lagi
karena saya tau apa yang saya terapkan di bisnis saya sekarang belum
sempurna bahkan jauuuuh dari sempurna :)terimakasiiih atas ketersediaan kalian membaca cerita sayaa :)
MuchLove@putrivany
Sabtu, 13 Oktober 2012
be aware !
wohooooo...
penipuan jaman sekarang makin hebat aja ya..mereka nipu ga lagi secara sembunyi-sembunyi..
sore ini jam 14.50 gue duduk di Dunkin Donuts sendirian,cerita nya lagi mau meet up sama salah satu temen yang nanti nya mau kerjasama buat ngadain event ma T'vny Stuff tapi ternyata gue sampe duluan di Ambarukmo Plaza(amplaz) baru aja gue duduk datang mas-mas yang bisa di bilang tampang nya ala kantoran banget,sambil bicara dengan sopan bangeeeettt dia bilang minta waktu gue sebentar buat jelasin tentang program yang sedang dia jalanin...
sambil terus sibuk sendiri tpi gue tetep dengerin apa yang di jelasin sama mas itu,dan dia menyebut salah satu fondation social yang terkenal banget,dan dia juga mencatut nama salah satu artis terkenal Indonesia....dann...yang dia bilang ngasih sponsor ke program social yang mereka adain juga ga nanggung2 beberapa tempat karoke keluarga dan restorant terkenal di sebutin...yang hampir bikin geu sempat dengerin serius omongan dia pas dia bilang klonprogram sosial yang di adakan oleh fondation nya itu akan membiayai pendidikan 3000 anak kurang mampu di seluruh Indonesia...
ga berapa lama mas itu ngeluarin kertas dan pulpen dari tas nya dan minta data-data gue,pas gue tanya "data ini buat apa mas ?" dia bilang buat pernyataan bahwa mba setuju akan menyumbangkan uang senilai Rp.100.000 dan mendapatkan voucher ini (sambil nunjukin lembaran voucher dari restoran dan karoke keluarga) pas gue bilang "tapi saya kan belum setuju mas" si mas nya mulai terliat agak memakasa dan akhir nya gue bilang aja gue gak bawa uang cash karena gue fikir dengan jawaban itu dia akan sadar klo udah gue tolak secara halus,tapi ternyata......dia malah bilang "bisa saya antarkan ke ATM terdekat mba" oooohhhhhh........ini udah kelewatan gue fikir,jadi langsung aja gue bilang gue sama sekali ga tertarik buat beli voucher yang di tawarkan dan gue minta buat mas nya segera pergi,akhir dengan sedikit ngomel2 kecil gitu mas nya pergi ninggalin gue dan beralih ke pelanggan lain nya di Dunkin Donuts..
hmmmmmmm...bener2 penipu jaman sekarang klo ga waspada kita bakal mudah banget kejebak sama penampilan mereka yang sama sekali ga nunjukin kejahatan nya..
so..be cafull everybody ^^
MuchLove...
Jumat, 12 Oktober 2012
Life is JOURNEY
Ambisius ?? Yaaa terkadang saya emang selalu ambisius untuk mengejar mimpi-mimpi saya :p
Hmmm...sampai jumpa di masa tua kita yaa,semoga kita bertemu dengan keadaan yang sama2 maksimal ^^
Much Love...
Sabtu, 28 Juli 2012
Tentang mimpi....
Mimpi...
Begitu dengar kata mimpi apa sih yang terlintas di fikiran ?
Hmmmm...pasti nya langsung banyak banget impian-impian yg muncul di fikiran kita,saya juga pasti nya..
Saya rasa setiap manusia pasti memiliki mimpi dan setiap mimpi itu pasti pengen nya jadi kenyataan.
Tapi pada akhir nya gak semua orang berhasil ngejadiin impian nya nyata,hanya orang-orang yang memiliki kepercayaan lah yg akan berhasil mewujudkan mimpi nya,kepercayaan pada Allah SWT,kepercayan pada kemampuan & kualitas diri sendiri,kepercayaan pada orang-orang yang udah terlebih dulu berhasil mewujudkan mimpi nya.
Sebagai manusia normal pasti nya saya punya segudang mimpi,saking banyak nya mimpi saya gak jarang loh saya lupa sama mimpi-mimpi saya dan baru sadar klo saya pernah mengimpikan itu ketika mimpi itu sudah nyata di depan saya :D
Karena saya gak mau lagi 'kecolongan' lupa sama mimpi saya sendiri akhir nya saya mulai menuliskan mimpi-mimpi saya,awal nya saya tuliskan di bagian belakang buku catatan waktu sekolah,waktu kuliah saya mulai corat-coret di kertas-kertas dan ujung-ujung nya saya lupa di kertas mana saya nulis nya :( dan lagi-lagi saya kehilangan beberapa bagian dari mimpi saya..saya mulai memikirkan cara baru yg bisa meminimalisir 'lupa' saya sama mimpi-mimpi saya..akhir nya dengan alasan supaya mudah di ingat dan gak terkesan monoton akhir nya saya menuliskan mimpi-mimpi saya di kertas kecil warna-warni dan dengan tulisan yg rapi.trus kertas yg kecil2 tadi saya lapisi dengan 'lakban' (ga tau bahasa formilnya :p ) biar bisa di kasi double tip buat di tempelin di whiteboard.hehehehe
Setelah di tempel di whiteboard hampir setiap hari saya ngebaca dreamlist saya itu,karena saya percaya dengan ngebaca lagi saya akan sadar kalau saya mempunyai banyaaaaaaaaaaaaak sekali tujuan dalam hidup saya dan saya harus mewujudkan semua nya,yaaa semua nya!sebelum 'jatah' hidup saya yg berikan Allah SWT habis. Setiap habis ngebaca ulang dreamlist saya jadi menggebu-gebu seakan-akan habis di pompa sama semangat :) waktu yang paling sering saya pake' buat baca dreamlist saya adalah pagi hari Sabtu & Minggu.kenapa ? Karena pada hari Sabtu & Minggu saya seriiiiiiiiiing sekali males beranjak dr kasur sampe siang dan akhir nya saya sering sekali keteteran yang harus nya Sabtu udah beres jadi Minggu saya bisa refreshing malah jadi nya Minggu saya tetap harus kesana kemari sampe malem bahkan gak jarang hari Senin pun kerjaan itu masih ada sedangkan Senin jadwal kuliah saya padat sekali jadi saya harus minta tolong orang lain buat ngebantu saya nyelesain kerjaan saya itu :( karena gak mau lagi kejadian itu berulang saya putuskan untuk tidak lagi berteman dengan MALAS,yaaaaa..malas lah yg ngebuat banyak kerjaan saya jadi keteteran dan untuk menghilangkan si MALAS itu saya usir dengan jurus ampuh yaitu Dreamlist saya ! Yaaa membaca ulang Dreamlist saya sangat,sangat,sangat ampuh memusnahkan si MALAS :)
Alasan lain nya saya menulis dan menempel kertas-kertas dreamlist saya sebenar nya simple aja,biar mudah di baca dan ketika mimpi itu terwujud saya bisa memindahkan ke papan tulis satu nya lagi dengan harapan semakin banyak impian saya yang pindah dari 'mimpi' menjadi 'kenyataan' saya bakalan termotivasi untuk mengumpulkan lebih banyak mimpi dan kembali mewujudkan nya :D
Alhamdulillah,kebiasaan saya menulis mimpi-mimpi saya perlahan tapi pasti menunjukan hasil nya beberapa kertas sudah mulai berpindah posisi dari 'mimpi' menjadi 'kenyataan',di antara semua mimpi saya ada satu mimpi yang saya anggap sangat istimewa,kenapa saya anggap istimewa ? Karena itu adalah mimpi saya pada tahun 2007 pada saat itu saya belum menuliskan semua mimpi-mimpi saya jadi nya mimpi itu termasuk dalam daftar mimpi yang terlupakan,saya baru menyadari itu bagian dari mimpi saya ketika saya mulai berniat mau tidur di malam hari karena saya memiliki kebiasaan mengingat-ingat semuaaaaaa kejadian dari bangun tidur sampai mau tidur, saya menganggap itu cara saya untuk belajar bersyukur dan menikmati hidup..dengan terwujud nya mimpi saya yang bahkan sudah saya lupakan itu saya mulai berfikir bahwa 'setiap impian pasti akan terwujud' tapi waktu yang membedakan nya,mimpi yang sangat kita harapkan pasti nya akan selalu kita ingat dan selalu kita usahakan sehingga akan terwujud dengan sangat nyata secepat yang kita usahakan tapi mimpi yang hanya pernah menjadi harapan dan tidak kita usahakan secara maksimal terwujud nya akan membutuhkan waktu lama,gak jarang di saat kita udah ngelupain mimpi itu atau bahkan sadis nya kita udah gak ngeharapin mimpi itu lagi..sadis !
Hmmmm...segitu istimewa nya kata mimpi buat saya dan saya selalu berusaha meyakini semua mimpi saya,semoga begitu juga yg kamu :)
Kamis, 17 November 2011
Langganan:
Komentar (Atom)